Books of Wonder

Pembunuhan Brangwain Spurge

Pembunuhan Brangwain Spurge - Main image
$7.5 $14.99 In stock

Category: Produk

Brangwain Spurge, seorang sejarawan elf yang kaku, memiliki misi: selamat dari dilontarkan dengan ketapel melintasi pegunungan ke wilayah goblin, menyerahkan hadiah perdamaian yang tak ternilai kepada penguasa gelap misterius mereka, dan memata-matai kerajaan goblin — tempat di mana tidak ada elf yang kembali hidup-hidup selama lebih dari seratus tahun. Tuan rumah Brangwain, arsiparis goblin Werfel, dengan senang hati mengajak Brangwain berkeliling. Mereka seharusnya menjadi sahabat, tetapi serangkaian pengkhianatan ganda, kekeliruan, dan kesalahpahaman budaya yang luar biasa melemparkan kedua cendekiawan kikuk ini ke tengah krisis internasional yang dapat berujung pada kematian mereka — dan perang bagi bangsa mereka. Ilustrasi media campuran yang jenaka menunjukkan surat-surat rahasia Brangwain kembali ke kerajaan elf, sementara narasi Werfel yang dengan tegas tidak memihak menceritakan kisah yang sama sekali berbeda. Finalis National Book Award dan komentar sosial yang lucu dan tajam ini penuh dengan aksi mendebarkan, humor visual, dan perbedaan lucu yang menunjukkan bahwa pemenang sejati dalam perang mungkin bukan siapa yang menang, tetapi siapa yang menulis sejarah.

Customer Reviews (4.8 / 5 · 5 reviews)

Harper ★★★★★

I was hooked from the first catapult launch—the way Spurge's stuffy elfin perspective collides with the goblin world is hilarious and tense at the same time. The alternating viewpoints kept me flipping pages long past my bedtime, and the peace-offering plot twist genuinely caught me off guard.

Isabella K. ★★★★★

The alternating chapters between Spurge’s haughty notes and the goblin’s sly illustrations had me flipping pages faster than a catapult launch. The tension of him spying in enemy territory while trying not to offend anyone kept me hooked to the very last page.

William X. ★★★★★

The goblin court politics and Spurge’s repressed panic made me laugh out loud on the train, and the cataclysm-toss setup is as absurd as it sounds. It’s a sharp, weird ride that sticks with you long after the last page.