Books of Wonder

Ashlords

Ashlords - Main image
$8.99 $17.99 In stock

Category: Produk

Sejak para Ashlord dianugerahi kuda phoenix oleh dewa-dewa mereka, setiap tahun mereka mengadakan perlombaan. Awalnya untuk bertempur, lalu untuk berburu besar, dan akhirnya menjadi olahraga murni untuk melihat siapa yang paling cepat. Berabad-abad darah dan api mengubah kompetisi mereka menjadi tontonan yang lebih modern: The Races.

Selama acara multi-hari, para pembalap elit dari budaya yang berbeda bersaing untuk menjadi juara. Namun, versi modern dari olahraga ini membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan berkuda yang baik. Para peserta harus terampil dalam menciptakan dan mengendalikan kuda phoenix yang terbuat dari abu dan alkimia, yang dipanggil kembali hidup setiap matahari terbit dengan kekuatan yang dirancang secara unik untuk menempuh jarak dan tantangan yang mustahil sebelum meledak menjadi api saat matahari terbenam. Namun, alkimia yang baik hanya berarti jika seorang pembalap tahu cara mempertahankan kuda phoenix mereka di malam hari. Pembunuhan dilarang, tetapi mematahkan tulang dan meracuni abu? Itu semua legal dan didorong.

Dalam The Races tahun ini, sebelas pembalap akan bertanding, tetapi tiga di antaranya memiliki lebih banyak hal yang dipertaruhkan daripada yang lain—putri seorang juara, peserta beasiswa, dan putra seorang revolusioner. Siapa yang akan meraih impian kejayaan mereka sendiri? Atau akankah mereka semua padam dalam kekalahan?

Customer Reviews (4.8 / 5 · 5 reviews)

Benjamin ★★★★★

The race sequences with the phoenix horses pulled me in right away — the world-building around their yearly competition feels so lived-in and brutal. I finished it in two sittings because I had to know who’d win the next heat.

Emily F. ★★★★★

I wasn't expecting to get so caught up in the mythology behind the phoenix horses, but the world-building pulled me right in. The way the races are described, from battle to sport, makes the whole history feel alive.

James ★★★★★

The annual race structure gives the story a steady heartbeat, and I honestly couldn’t put it down until the final lap finished. Those phoenix horses feel genuinely alive on the page.