Books of Wonder

Buku Anti

Buku Anti - Main image
$8.99 $17.99 In stock

Category: Produk

Mickey selalu marah: pada orang tuanya yang bercerai, pada adik perempuannya, dan pada dua ibu tirinya yang baru, yang sama-sama bernama Charlie. Karena itu, ia tidak bisa menahan godaan iklan di dalam bungkus permen karetnya: "Pernahkah Anda berharap semua orang pergi? Beli The Anti-Book! Kepuasan dijamin." Ia memesan buku itu, tetapi saat tiba, buku itu kosong—kecuali satu baris petunjuk: Untuk menghapusnya, tulislah. Ia mengisi halaman-halaman itu dengan semua hal dan orang yang tidak ia sukai...

Selanjutnya, ia berkelana di dunia anti, tempat segala sesuatu dan semua orang yang dikenalnya lenyap. Atau benarkah? Adik perempuannya segera muncul kembali—tetapi tingginya hanya sepuluh sentimeter. Sebuah rumah kecil berbicara dengan sayap tampak anehnya akrab, begitu pula dengan anak laki-laki setengah tak terlihat misterius yang sepertinya menganggap dirinya dan Mickey adalah sahabat karib. Anak laki-laki itu membujuk Mickey untuk mencari Raja Permen Karet—raja yang tinggal di puncak gunung, satu-satunya yang mungkin bisa membantu Mickey memperbaiki kekacauan yang telah ia buat.

Penuh humor dan kejutan, serta bermakna secara halus, ini adalah Wizard of Oz untuk generasi sekarang—sebuah pencarian fantastis untuk kenyamanan dan rasa memiliki yang akan bergema di hati banyak, banyak pembaca.

Customer Reviews (4.8 / 5 · 5 reviews)

David S. ★★★★★

Got this for my nephew who's going through that same stage with his folks splitting, and he actually read it in one sitting. The whole "two stepmoms both named Charlie" bit is so absurd it got him laughing out loud, which is basically a miracle these days.

Henry Q. ★★★★★

The ad inside the gum is such a brilliant detail—it hooked me immediately and set up the whole story perfectly. I finished this in one sitting, and Mickey's voice felt so raw and real that I was still thinking about him hours later.

Harper B. ★★★★★

I'm still thinking about Mickey's anger at both stepmoms named Charlie—that detail is so painfully funny it hurts. The gum ad hook pulled me in right away and the story never let go.