Lagu untuk yang Tak Tersuarakan: Bayard Rustin, Pria di Balik Pawai ke Washington 1963






Category: Buku Bertanda Tangan
*BOOKPLATES BERTANDA TANGAN*
Penulis Moses: When Harriet Tubman Led Her People to Freedom dan penulis Pride: The Story of Harvey Milk and the Rainbow Flag menggabungkan bakat luar biasa mereka dalam sebuah buku bergambar biografi unik tentang Bayard Rustin, pria kulit hitam gay di balik March on Washington tahun 1963.
Pada tanggal 28 Agustus 1963, seperempat juta aktivis dan demonstran dari seluruh penjuru Amerika berkumpul untuk March on Washington for Jobs and Freedom. Di sanalah mereka menyuarakan persatuan untuk keadilan rasial dan ekonomi bagi semua warga kulit hitam Amerika, menyerukan ketidakadilan, dan pada akhirnya memajukan Gerakan Hak Sipil.
Setiap gerakan memiliki pahlawan tanpa tanda jasa. Individu di balik layar yang bekerja tanpa pujian dan penghargaan, yang berjuang tanpa diperhatikan. Salah satu pahlawan tanpa tanda jasa itu berada di pusat keputusan dan peristiwa terpenting Gerakan Hak Sipil.
Dikenal karena memperkenalkan Dr. Martin Luther King, Jr. pada kekuatan protes damai, mengatur March on Washington, dan dengan cakap menyusun program yang menempatkan Dr. King di akhir daftar pembicara dan musisi untuk pidato bersejarahnya “I Have a Dream”, pahlawan tanpa tanda jasa ini akan dirayakan untuk pertama kalinya dalam sebuah buku bergambar.
Pahlawan tanpa tanda jasa di balik gerakan ini adalah seorang pria pendiam. Seorang pria kulit hitam gay. Namanya Bayard Rustin. Menjelang peringatan enam puluh tahun momen bersejarah ini, dua penulis buku bergambar terkenal menceritakan kisah inspiratif Bayard dalam buku yang inovatif dan abadi. A Song for the Unsung adalah kisah menggugah tentang salah satu seruan terbesar bangsa kita dengan menghormati salah satu pria yang mewujudkannya.









